Klik nomor untuk langsung menghubungi kami
Hubungi kami,klik disini
Official Merchandise
Menu
Kategori
Official Merchandise
  • Official Merchandise

  • Keranjang Belanja
  • 0

 

Official Merchandise Jim Morrison

Jim Morrison "Simbol Kebebasan dan Pemberontakan"

08 Jan 22 15:48:57

Siapakah Jim Morrison ?

Jim Morrison adalah vokalis rock asal Amerika dan penulis lagu, yang menjadi simbol kebebasan dan pemberontakan bagi penggemarnya. Dia belajar perfilman di UCLA (California University), tempat dimana dia bertemu dengan personil band lainnya dan membentuk formasi band bernama The Doors. Band ikonik yang memiliki lagu hits "Light My Fire", "Hello, I Love You", "Touch Me", dan "Riders on The Storm". Selain terkenal sebagai vokalis yang berhasil menggabungkan antara musik, puisi, drama dan theatrical stage  persona, ia pun terkenal sebagai alkoholik dan pengguna Narkoba , hingga tahun 1971 Morrison meninggalkan The Doors untuk menulis puisi dan pindah ke Paris, yang dimana dia di asumsikan meninggal disana karena gagal jantung di umur 27 tahun. Dan kematiannya misterius menjadi objek pembahasan yang tidak pernah habis diperbincangkan.

Latar belakang Keluarga

Penyanyi dan penulis lagu Jim Morrison lahir dengan nama asli James Douglas Morrison pada 8 Desember 1943, di Melbourne, Florida. Ibunya, Clara Clarke Morrison, adalah ibu rumah tangga, dan ayahnya, George Stephen Morrison, adalah seorang admiral Angkatan Laut dengan pangkat Laksamana Muda. Hingga diceritakan George menyandang status sebagai komandan pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat di kapal andalan USS Bon Homme Richard selama Insiden Teluk Tonkin. George Morrison juga seorang pemain piano yang handal, yang sering menunjukkan kehandalannya bermain piano saat pesta bersama teman-temannya. Adik Morrison, Andrew 'Andy' Lee Morrison berkata " Selalu ada kerumunan besar disekitar piano yang sedang ayah saya mainkan, dengan alunan lagu-lagu yang indah didengar".

Selama masa kecilnya, Morrison adalah anak yang sangat berbakti dan cerdas, terbaik di sekolah dan memiliki minat khusus dalam membaca, menulis dan menggambar. Tetapi dia memiliki pengalaman menakutkan yang menjadi trauma saat berumur lima tahun yaitu saat keluarganya mengemudi melalui gurun pasir di New Mexico. Dimana saat di perjalanan dia bertemu bis rombongan Indian Pueblo yang mengalami kecelakaan dan sekarat. Morisson berkata "Aku ingin menolong... Mereka akan mati.. ".

Terbukti saat Jim beranjak dewasa, dia selalu berkata bahwa roh seorang Indian tua telah merasuki tubuhnya. Pengalaman mistis ini lantas dijadikan puisi berjudul "Dawn's Highway" yang ada pada album solonya, An American Prayer.

The Doors

Pada tahun 1964, Morrison mulai berkuliah di UCLA mengambil jurusan Sinematografi. Yang dimana fakultasnya telah menghasilkan beberapa sutradara papan atas diantaranya Stanley Kramer, Josef Von Sternberg dan sutradara legendaris Francis Ford Coppola yang merupakan teman satu angkatan Jim. Dan di UCLA pun, Jim berteman dengan seorang sarjana ekonomi yang juga mantan pemain piano di Angkatan Darat yang keluar dari kesatuannya dengan cara berbohong kalau dia dalah seorang gay, ialah Ray Manzarek. Yang lantas sepakat untuk membuat band rock bernama The Doors, yang diinspirasi dari penggalan kalimat puisi William Blake , The Marriage of Heaven and Hell “ If the doors of perception were cleansed, everything would appear to man as it truly is, infinite.” Lantas mereka mengajak Robby Krieger, seorang gitaris dari keluarga menengah atas yang memiliki kemampuan permainan blues dan flamenco. Dan di posisi drummer, mereka mengajak John Densmore, seorang drummer yang biasa memainkan lagu-lagu jazz.

Dengan Morrison sebagai vokalis dan frontman, Elektra Records menandatangani the Doors pada tahun-tahun berikutnya. Yaitu setelah penampilan briliannya di klub besar Whiskey a Go Go yang memainkan repertoar berjudul “The End” sebuah lagu magnum opus milik mereka yang ditonton oleh Paul Rotchild, petinggi label rekaman Elektra. Itu pun hasil dari improvisasi di tengah lagu tersebut dengan memasukkan adegan dalam Oedipus Rex milik Sophocles yang mencekam “ F*ck the mother, kill the father” yang sebenarnya memicu amarah pemilik klub dan memecat The Doors selamanya dari klub tersebut. Namun inilah titik awal The Doors bergabung dengan Elektra Records milik Jac Holzman.

Pada Januari 1967 band ini merilis album debut self-titled. Single pertama The Doors, "Break on Through (To the Other Side)," hanya meraih kesuksesan yang tidak memuaskan. Single kedua mereka-lah, "Light My Fire," yang melambungkan band ke garis depan dunia rock and roll, mencapai No 1 di tangga lagu pop Billboard. The Doors, dan Morrison khususnya, menjadi terkenal di akhir tahun itu saat mereka membawakan lagu single kedua tersebut secara langsung di The Ed Sullivan Show.

Menggabungkan lirik puitis gelap Morrison dan penampilan panggung yang aneh dengan musik psikedelik unik dan eklektik, The Doors merilis album dan lagu yang membingungkan selama beberapa tahun berikutnya. Pada tahun 1967 mereka merilis album kedua mereka, Strange Days, yang menampilkan Top 40 hits "Love Me Two Times" dan "People are Strange" serta "When the Music's Over." Beberapa bulan kemudian, pada tahun 1968, mereka merilis album ketiga, Waiting for the Sun, dengan lagu "Hello, I Love You" (yang juga mencapai No. 1), "Love Street" dan "Five to One." Mereka melanjutkan untuk merekam tiga rekor lagi selama tiga tahun berikutnya: The Soft Parade (1969), Morrison Hotel (1970) dan L.A. Woman (1971).

Masa sulit dan kematian Morrison.

Hal lain yang menarik mengenai Jim adalah kehidupan asmara ala hippies diantara Jim dengan banyak perempuan. Jim memiliki seorang ‘pasangan kosmik’ bernama Pamela Courson. Hubungan Jim dengan Pamela adalah hubungan absurd yang melibatkan puisi, lagu, kekerasan, alkohol dan juga drugs. Dengan Pamela pula Jim bisa menjadi seorang James Douglas Morrison sang penulis puisi yang lucu, manis sekaligus romantis. Bisa pula menjadi ‘Mr. Mojo Risin’ yang misterius, atau Lizard King yang penuh dengan aura seksual dan keliaran. Jim bisa pula menjadi Jimbo sang pemabuk yang suka membuat onar. Hubungan seksualnya dengan berbagai wanita termasuk jurnalis rock Patricia Kennealy, Nico sang vokalis Velvet Underground, hingga fotografer Gloria Stavers, menjadi bumbu yang membenarkan kredo Sex, Drugs, Rock N Roll yang melegenda itu.

Masa sulit itu berawal saat perselingkuhannya di New Haven dengan kondisi Morrison yang mabuk dan membawa seorang wanita muda di belakang panggung sebelum pertunjukan dan saat itu dia dihadang oleh seorang petugas polisi dan disemprot dengan gada. Dia kemudian menyerbu ke atas panggung dan menyampaikan omelan yang mengandung kata-kata kotor yang menyebabkan penangkapannya di atas panggung, yang kemudian memicu kerusuhan di daerah tersebut. Morrison kemudian ditangkap pada tahun 1970 karena diduga mengekspos dirinya sendiri di sebuah konser Florida, meskipun tuduhan itu dibatalkan secara anumerta beberapa dekade kemudian.

Untuk mengembalikan kehidupannya, Morrison mengambil cuti dari the Doors pada musim semi 1971 dan pindah ke Paris bersama Courson. Namun, ia terus diganggu oleh obat-obatan dan depresi. Pada 3 Juli 1971, Courson menemukan Morrison tewas di bak mandi apartemen mereka, tampaknya karena gagal jantung. Karena pejabat Prancis tidak menemukan bukti kecurangan, tidak ada otopsi yang dilakukan, yang menyebabkan spekulasi tak berujung dan teori konspirasi tentang kematiannya. Pada tahun 2007, seorang pemilik klub Paris bernama Sam Bernett menerbitkan sebuah buku yang mengklaim bahwa Morrison meninggal karena overdosis heroin di klub malamnya dan kemudian dibawa kembali ke apartemennya dan ditempatkan di bak mandi untuk menutupi alasan sebenarnya kematiannya. Jim Morrison dimakamkan di Pemakaman Pere Lachaise yang terkenal di Paris, dan sejak itu makamnya menjadi salah satu tujuan wisata utama kota. Dia baru berusia 27 tahun pada saat kematiannya. Namun setelah Jim dikubur pun, masih banyak orang yang tak percaya kalau vokalis flamboyan ini telah meninggal. Banyak fansnya yang percaya kalau Jim tidak meninggal, melainkan kabur dari hingar bingar pers dan hidup di Afrika.

Setelah hampir 39 tahun semenjak kematiannya, Jim Morrison masih saja ‘hidup’. Dia ada pada kaos-kaos, stiker, dan juga poster. Dia menjadi simbol dari kebebasan dan pemberontakan. Benar kata Ray Manzarek yang pernah berkata, ?Setiap anak muda pada generasi apapun yang sedang mencari kebebasan, pasti akan menemukan The Doors di dalamnya, dan juga Jim Morrison.

Referensi :

©2018 Sideomme Store All right reserved   Developed by javwebnet