Klik nomor untuk langsung menghubungi kami
Hubungi kami,klik disini
Official Merchandise
Menu
Kategori
Official Merchandise
  • Official Merchandise

  • Keranjang Belanja
  • 0

 

Official Merchandise Def Leppard: Bagaimana Hysteria dibuat

Def Leppard: Bagaimana Hysteria dibuat

23 Mar 21 22:42:00

Def Leppard tidak memiliki banyak rencana tentang apa yang ingin mereka lakukan: mereka hanya ingin menjadi band terbesar di dunia, dan siap melakukan apa pun untuk mencapai ambisi mereka.

Mungkin jika mereka tahu persis berapa banyak yang harus dilakukan untuk berubah, mereka akan memlih untuk menyerah. Tapi untungnya mereka tidak melakukannya, karena album yang dihasilkan dari ‘pertarungan’ mereka yang sangat nyata, yaitu melawan hampir vakumnya band ini ternyata menghasilkan satu album rock klasik Inggris.

Pada Februari 1984 Def Leppard sudah menjadi band besar yang patut diperhitungkan di Amerika Serikat. Band yang memulai dari sebuah pabrik sendok di Sheffield, Inggris ini memiliki jumlah pertunjukan yang cukup besar di AS dengan enam juta copy penjualan Pyromania tahun 1983, yang membuat mereka akhirnya menetap di rumah bersama di Dublin untuk memulai perjalanan besar mereka dari awal lagi.

Tekanan kesuksesan datang dari segala arah - penggemar, manajemen, label, dan semuanya membutuhkan segala sesuatu dari band ini yang lebih baik daripada yang dilakukan sebelumnya. Tapi tidak ada yang bisa memberi tahu mereika bagaimana cara mencapainya.

“Saat itu kami takut,” kenang penyanyi Joe Elliott. “Kami sama sekali tidak memiliki ide apa pun. Kami belajar bahwa kami tidak dapat menulis di pinggir jalan lagi untuk mendapatkan ide; Kami hanya dapat melakukan show dan wawancara. Tapi jika kami berhasil mendapatkan ide, kami bangga dengan itu tanpa bertanya pada diri sendiri apakah itu ide yang bagus. Selain itu, kami sangat menikmati Pyromania, dan kami telah hidup dengan hasil album itu selama hampir dua tahun. Tapi kami tidak punya apa-apa untuk melanjutkannya, walaupun kami tahu dengan semua kesenangan yang sudah ada pada band Def Leppard seharusnya sudah membuat kami memiliki banyak mesin uang dari perjalanan band ini. Kami tahu tentang membuat lagu, kami tahu tentang menyajikan drama dan kontras, kami tahu cara membuat lirik yang memberikan hiburan untuk fans kami. Tapi, sekali lagi, kali ini adalah harus dua kali lebih sempurna, tekannya.

Untungnya, mereka memiliki Robert John 'Mutt' Lange, produser yang telah membuat mereka mendapatkan begitu banyak uang dari dua mini album mereka sebelumnya, High'n’Dry dan Pyromania. Dalam bahasa klasik 'anggota keenam', Lange telah menjadi bagian dari band dan dengan senang hati bekerja untuk menulis bersama. “Banyak band tidak mengizinkan produsernya ikut campur,” komentarnya. “Tetapi Def Leppard membiarkan aku membantu banyak dalam perjalanan album Hysteria ini.”

Elliott tidak meragukan nilai Lange bagi Def Leppard: “Dia mengajari kami begitu banyak. Dia mengajari kami untuk tidak mencuri ide dari satu genre, tetapi mencuri dari sebanyak mungkin genre - begitulah cara yang dia ajarkan untuk kami membuat sesuatu yang unik. ”

Mutt berkata: “Ayo kita buat Thriller versi rock - sebuah album dengan tujuh single-nya '”kata gitaris Phil Collen itu pada tahun 2002.“ Dan kami berhasil. Itu menakjubkan. Itu idenya. Dia membuat kami lebih baik dari sebelumnya.

Dan album membuat Hysteria mulai terbentuk. Lagu pertama yang ditulis adalah Animal. Yang membuat band terhenti lama adalah Gitaris Collen dan Steve Clark yang menghancurkan konsep sebelumnya, dan menggantikannya dengan konsep yang lebih halus tetapi rumit. Walaupun respon manajemen dan label saat mendengar Animal, mereka berkata bahwa  semuanya akan baik-baik saja. Tetapi mereka salah besar.

Dengan setumpuk lagu di saku mereka, band ini pindah ke Hilversum, Belanda, pada bulan Agustus untuk memulai rekaman. Di situlah single pertama dibuat tetapi pada akhirnya memaksa Mutt Lange keluar karena terlalu lelah secara emosional untuk mengerjakan album Def Leppard. Dan Rick adalah orang yang mengatasi tragedi –tragedi besar.

Pada Malam Tahun Baru, Rick Allen menabrakkan mobilnya di Yorkshire, dan dalam kecelakaan itu lengan kirinya robek. Itu adalah tragedi yang keras bagi siapa pun, apalagi untuk seorang musisi. Tapi dengan berjalannya waktu yang dilewati, pasti ada tanda tanya di kepala semua orang, lalu siapa yang menggantikan Rick Allen pada drum. Terlepas dari desakan band sejak itu,  tidak ada pemikiran dari personil untuk mendapatkan drummer begitupun Rick Allen yang tidak pernah ingin berhenti dari Def Leppard.

Dengan kesabarannya, Allen bangkit dalam hitungan minggu, bekerja keras kembali lagi dengan kit drum elektronik buatan Simmons yang dapat dimainkan dengan dua kaki dan satu lengan.

“Saya menjadi orang yang berbeda setelah kecelakaan itu,” kata Allen pada tahun 2004. “Saya diubah secara spiritual. Namun ada masa penyesuaian yang sangat sulit. Saya harus tumbuh pada tubuh baru dan fokus pada diri saya sendiri.

 “Reaksi awalnya menakutkan. Mungkin saja dia tidak akan bertahan. Tapi begitu dia keluar dari kondisi yang menakutkan tersebut, kami mulai bisa menerima itu. " jelas Rick Savage.

Hari-hari berlalu dengan kondisi Def Leppard yang bersembunyi di Wisselloord Studios di Belanda, dan dengan Allen yang belajar kembali bermain di ruang studio terpisah, band terus mengerjakan Hysteria. Hingga suatu hari Allen memanggil personil band lainnya untuk mendengar, dia memainkan trek Led Zeppelin, mereka tahu dia sudah berusaha habis-habisan.

“ Dan Itu akhirnya menjadi hal yang positif,” kata Collen

Namun, seketika kekhawatiran tentang Allen sirna, masalah lain muncul dengan sendirinya. Meski kelihatannya aneh, lagu yang bagus tidak selalu menjadi album yang bagus. Elliott mengenang: “Kami tahu kami memiliki lagu-lagunya, dan kami tahu seperti apa suaranya, tetapi kami tidak dapat melakukannya. Kami semua mencoba menebak-nebak konsep Mutt yang telah dibuat di album Hysteria ini. "Setelah berminggu-minggu berjuang melalui sesi rekaman, mencoba meniru produser mereka yang hilang, meskipun Lange akhirnya merasa bisa kembali bekerja, dan berkomitmen pada Hysteria dan keluar kembali dengan konflik yang terjadi.

Saat lagu yang mereka kerjakan hampir dipengerjaan akhir lagu ke 11, Lange yakin mereka masih belum memiliki album - masih ada sesuatu yang hilang. Dengan anggaran besar yang sudah dikeluarkan untuk lagu ke 11 ini, para personil tidak setuju dengan lagu tersebut. Hingga suatu hari, Elliott mengambil gitar dan memainkan beberapa nada dari ide yang dia punya.

“Saya baru saja kentut,” jelas Elliott, “ketika Mutt kembali dari toilet, atau di mana pun, dan dia berkata:‘ Apa yang kamu mainkan? Itu hook terbaik yang pernah saya dengar dalam lima tahun! " begitulah hingga terciptanya lagu Pour Some Sugar On Me.

 “Saya tahu ada masalah dengan teman-teman saya,” kata Elliott. Saya ingat wajah personil lain ketika saya berkata: 'Satu lagu lagi untuk dirilis, teman-teman.' Steve meletakkan tangannya di wajahnya dan berkata: 'Oh tidak ...'

 “Dia satu-satunya saat orang berpikir, kita tidak bisa melanjutkan, kita harus berhenti. Tapi ternyata itu menjadi lagu terpenting dalam rekaman. "

Pada awal 1986 Def Leppard telah mencapai batas emosional mereka, dan memutuskan untuk keluar dari studio. Mereka memesan sejumlah pertunjukan sederhana di Irlandia, menunggu beberapa tanggal festival Eropa selama musim panas. Mereka juga memesan drummer tambahan, Jeff Rich, yang pada saat itu bersama Status Quo. Yang dimaksudkan untuk men-support performance nya Allen, jika karena keterbatasannya di badan yang baru menghentikan pertunjukan kami pada saat itu.

Dan itu berjalan sesuai rencana - sampai akhirnya Rich tidak bisa hadir di salah satu pertunjukan Leppard. Itu bukan salahnya: karena pertunjukan Leppard dilakukan bertepatan dengan hari libur Quo, dan terbang dari Inggris ke Irlandia setiap hari pasti membuat lelah dan akhirnya terhenti. Itu terjadi saat band bermain di Ballybunion; Rich terlambat bergabung setelah tiba 40 menit setelah pertunjukan. Tetapi pada saat itu, kepercayaan diri Allen memberinya dorongan besar sampai dia menyadari bahwa dia dapat mengadakan pertunjukan itu sendiri. Jadi di malam berikutnya Rich hanya berada di antara penonton untuk berjaga-jaga, dan Allen bermain drum sendirian.

Jika dunia membutuhkan bukti lebih lanjut bahwa Def Leppard kembali berbisnis, itu ditunjukkan di festival Monsters Of Rock Castle Donington pada 16 Agustus tahun itu. Personil tidak ada yang menginginkan suara simpati apa pun atas kejadian pada Allen, jadi rencananya mereka akan mengabaikan lengan Allen yang hilang untuk tujuan pertunjukan. Tapi Elliott ingat perasaan di antara penonton begitu hangat, sangat simpatik, sehingga akhirnya harus dikatakan. “Hadirin sekalian - Rick Allen,” Dan kerumunan itu menjadi liar. Setelah pertunjukkan itu, menyelesaikan album terasa jauh lebih mudah.

“Kami kembali”. Kata Elliott. “Itu membuat kami semakin percaya diri. Dan membuat kami saat kembali ke studio menjadi pria yang berbeda. Menyelesaikan album adalah bagian tersulit, tapi pertunjukan di Castle Donington itu memberi kami energi yang kami butuhkan untuk menyelesaikannya. ”

Mutt Lange membutuhkan waktu lima bulan untuk mixing Histeria, sebagian besar waktu itu dihabiskan untuk mengatur mood. Dan ada satu lagi tragedy yang mematahkan perjalanan menyelesaiakn album Hysteria ini ketika Mutt harus menghabiskan tiga minggu di rumah sakit karena cedera kaki. Sampai pada akhirnya di awal tahun 1987, album itu selesai

 “Kami memiliki 10 lagu asli,” kenang Rick Savage, “Tetapi kami selalu berusaha menulis lagu baru. Mengingat jumlah waktu yang dihabiskan untuk album itu begitu panjang yang berarti membuat yang sudah tercipta hampir ketinggalan zaman, dan kesulitan berikutnya adalah bagaimana caranya untuk menjaganya tetap segar. Tapi itu sampai ke tahap di mana kami memiliki 12 lagu dan tidak ada yang ingin membuang dua lagu lagi. Jadi kami pikir kami akan memberi para penikmat album ini dengan dua trek lebih banyak dari biasanya. ”

Semua orang khawatir saat tanggal rilis diumumkan yaitu bulan Agustus - 43 bulan perjalanan album ini, hampir lima tahun, sejak pembuatan album ini dimulai. Masa depan dan karier Def Leppard sekarang bergantung pada berapa banyak eksemplar yang akan dijual Hysteria. Targetnya tidak kurang dari enam juta sesuai dengan hasil penjualan album terakhir Pyromania.

Animal adalah single pertama (Women in the US), dan itu menjadi lagu hit band Inggris – dan memberikan respon yang sangat positif. Selama bulan-bulan berikutnya, lima lagu lain dirilis sebagai single saat band melakukan tur.

Penjualan album tersendat, kemudian terhenti di sekitar lima juta (yang mana untuk band mana pun sudah membuat sukses). Tapi kemudian penari klub telanjang mulai menggunakan Pour Some Sugar On Me sebagai lagu latar mereka, dan dari mulut ke mulut menyebabkan pemutaran bergilir di stasiun radio di seluruh Amerika Serikat. Tiba-tiba album itu bergeser puluhan ribu sehari. Akhirnya terjual 16 juta kopi.

Jika ada satu lagu yang merangkum filosofi Def Leppard, maka lagu itu pasti Pour Some Sugar… Sederhana, antemik, inspirasi dari berbagai sumber, dengan liriknya yang bertele-tele, tapi menghibur dan optimis. Tetapi semangat pembuatan album Hysteria ini tertuang di lagu I Love Rock'n’Roll , dengan perpaduan yang cermat antara gitar, vocal yang berlapis, melodi yang kuat, dan potongan-potongan teriakan. Dan jika suara di lagu ini suara Elliott terdengar lebih serak dari biasanya, itu karena memang begitu.

“Salah satu alasan butuh waktu lama untuk menyelesaikan album ini adalah pendekatan kami pada produksi,” Savage merefleksikan yang terjadi pada 2002. “Cara kami memproduksinya adalah tanda dimulainya cara baru teknologi rekaman.

Setelah 20 tahun setelah perilisannya, Elliott telah berkali-kali diwawancarai tentang Hysteria (dia menggambarkannya sebagai laci dalam pikirannya yang akan dia buka ketika dia sedang dalam mood tetapi lebih suka mengabaikannya). “Jika satu kata merangkum keseluruhan pengalaman, itu akan menjadi 'Pembulatan Tekad',” katanya. “Kami masih muda - saya berusia 24 tahun, Rick berusia 20 tahun. Tapi kami dapat menghadapi hal-hal seperti itu. Tapi kamu tidak bisa mengulanginya lagi - Pink Floyd selalu mengatakan bahwa tidak akan pernah ada The Wall 2. Begitupun kami mengatakan tidak akan pernah ada Hysteria 2. "

Hysteria membutuhkan lebih banyak waktu dan energi dari band biasanya daripada yang dipikirkan oleh siapa pun, tetapi memberi feedback yang lebih pula dari yang lain. Elliott menyimpulkan baik rahasia saat membuat album klasik dan hasil dari pencapaiannya,  dia berkata: “Tanpa penjualan yang meledak. Kami tetap bertekad untuk menjadi band terbesar di dunia. Dan untuk waktu yang singkat kami bisa. "

 

Referensi:

www.loudersound.com/features/def-leppard-let-s-make-a-rock-thriller-an-album-with-seven-singles

 

 

©2018 Sideomme Store All right reserved   Developed by javwebnet